KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperkuat kapasitas generasi muda agar mampu menjadi pelaku ekonomi baru melalui pengembangan kewirausahaan berbasis potensi unggulan daerah.
SEMANIS KAMU DORONG 50 PEMUDA KENDAL JADI YOUNG AGRIPRENEUR, KUASAI LEGALITAS, DIGITAL MARKETING HINGGA ARTIFICIAL INTELLIGENCE
KENDAL -
Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperkuat kapasitas generasi muda agar mampu
menjadi pelaku ekonomi baru melalui pengembangan kewirausahaan berbasis potensi
unggulan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Kewirausahaan
Pemuda Batch 1 Berbasis Klaster Bidang Agrobisnis Kabupaten Kendal Tahun 2026
yang digelar selama dua hari, 11-12 Agustus 2026, di River Walk Boja, Desa
Ngadibolo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Kegiatan
yang merupakan bagian dari inovasi SEMANIS KAMU (Sekolah Mahir Bisnis
Kewirausahaan Pemuda) tersebut diikuti 50 pemuda Kabupaten Kendal berusia 16-30
tahun yang telah melalui proses seleksi berdasarkan administrasi, motivasi,
komitmen, dan potensi usaha. Mengusung tema "Membangun Kemandirian Pemuda
Melalui Inovasi dan Digitalisasi Agribisnis yang Produktif dan Berkelanjutan di
Kabupaten Kendal", workshop ini tidak sekadar menjadi ruang pelatihan, tetapi
dirancang sebagai bagian dari ekosistem pembinaan, inkubasi dan pengembangan
kewirausahaan pemuda yang berkelanjutan.
Mewakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Kepala Bidang Kepemudaan Retno Kurniawati, S.T., M.Si. dalam laporan penyelenggara menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan implementasi inovasi SEMANIS KAMU yang dirancang sebagai wadah pembelajaran, inkubasi, dan pengembangan usaha bagi generasi muda Kabupaten Kendal.

Program
ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, kreativitas, jiwa
kepemimpinan serta daya saing pemuda agar mampu membangun usaha yang inovatif,
mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berkelanjutan.
Kabupaten
Kendal memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perkebunan,
perikanan dan hortikultura. Potensi tersebut didorong agar tidak berhenti pada
kegiatan produksi, tetapi dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui
pendekatan agribisnis modern yang memadukan inovasi, teknologi digital,
branding, pengolahan hasil, hilirisasi produk, manajemen bisnis hingga
pemasaran.
Melalui
proses tersebut, diharapkan lahir generasi Young Agripreneur Kendal yang mampu
mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi, membuka
lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat
ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
Bupati
Kendal Hj.
Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M. memberikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan,
Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal beserta seluruh panitia dan mitra yang
telah menyelenggarakan workshop melalui inovasi SEMANIS KAMU.
Bupati
menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya
anggaran maupun melimpahnya sumber daya alam, tetapi sangat bergantung pada
kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki semangat,
kreativitas, keberanian berinovasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan
zaman.
Di tengah
perkembangan ekonomi digital, Artificial Intelligence, ekonomi kreatif hingga
transformasi industri, pemuda Kendal didorong untuk tidak sekadar menjadi
penonton, tetapi menjadi pelaku, pencipta inovasi dan penggerak ekonomi baru.
Kabupaten
Kendal juga memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan,
perikanan maupun hortikultura. Potensi tersebut akan memberikan manfaat ekonomi
yang lebih besar apabila dikelola melalui pendekatan agribisnis modern yang
memadukan teknologi, inovasi, pengolahan hasil, branding produk, pemasaran
digital, manajemen usaha hingga perluasan akses pasar nasional dan
internasional.
Bupati
menilai tema workshop sangat relevan dengan tantangan zaman sekaligus menjawab
kebutuhan pembangunan daerah.
Dalam
sambutannya, Bupati menegaskan bahwa KENDAL JOSS (Kendal Jelas, Optimis,
Sejahtera, Sinergis) menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Kabupaten
Kendal.
"Melalui
semangat KENDAL JOSS, kami ingin membangun Kabupaten Kendal yang bertumbuh
secara ekonomi, maju secara sosial, serta mampu menciptakan kesejahteraan yang
dirasakan oleh seluruh masyarakat," tegas Bupati Kendal.
Salah
satu strategi utama yang ditempuh adalah melalui program pengembangan
kewirausahaan pemuda dan petani milenial.
Pemerintah
Kabupaten Kendal melihat pemuda dan sektor pertanian sebagai dua kekuatan
strategis yang dapat dipadukan untuk menciptakan kekuatan ekonomi baru. Ketika
potensi sumber daya alam dipertemukan dengan kreativitas, inovasi dan kemampuan
kewirausahaan generasi muda, maka akan lahir peluang usaha yang mampu membuka
lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan
pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Karena
itu, workshop ini tidak dipandang sekadar sebagai pelatihan selama dua hari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ekosistem pembinaan kewirausahaan yang
berkelanjutan, dengan dukungan pendampingan usaha, konsultasi bisnis, penguatan
jejaring, fasilitasi legalitas serta kolaborasi dengan berbagai mitra
pembangunan.
Untuk memastikan peserta mendapatkan pemahaman yang utuh, workshop menghadirkan tujuh materi utama yang mencakup aspek legalitas usaha, inovasi, pemasaran, teknologi, jejaring, kepemimpinan hingga penguatan mental kewirausahaan.

Materi
pertama berupa Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pembuatan NIB yang disampaikan
oleh DPMPTSP Kabupaten Kendal.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya legalitas sebagai fondasi dalam membangun dan mengembangkan usaha secara profesional. Legalitas menjadi salah satu langkah penting agar usaha yang dirintis pemuda memiliki dasar yang jelas dan dapat berkembang menuju skala usaha yang lebih tertata.

Materi "Merintis
Usaha Agribisnis Sejak Muda: Inovasi, Kreativitas, dan Pengalaman Membangun
Usaha%u201D disampaikan oleh Sholikhat, mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Universitas Stekom sekaligus Juara 1 Lomba Cipta Karya Kreatif bertema
%u201CTeknologi dan Inovasi Pertanian" yang diselenggarakan BB Pustaka Kementerian
Pertanian Tahun 2025.
Materi ini memberikan perspektif kepada peserta bahwa usia muda bukan menjadi penghalang untuk memulai usaha. Kreativitas, keberanian mencoba dan kemampuan membaca peluang dapat menjadi modal penting untuk melahirkan inovasi agribisnis.
Peserta didorong untuk tidak berhenti pada ide, tetapi mulai mengubah gagasan menjadi produk dan model usaha yang memiliki nilai tambah.

Kemampuan
memasarkan produk di era digital diperkuat melalui materi "Digital Marketing
Agribisnis: Meningkatkan Nilai Jual Produk melalui Media Sosial" yang
disampaikan oleh Eko Novianto, S.T., Ketua TDA Jateng 9.0, Founder Ekonov.id
dan Ketua AICLUB.ID.
Peserta
diarahkan untuk memahami bahwa produk yang berkualitas juga membutuhkan
strategi komunikasi dan pemasaran yang tepat.
Media
sosial dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk mengunggah produk, tetapi juga
membangun identitas merek, menyampaikan cerita produk, membangun kepercayaan
konsumen dan memperluas jangkauan pasar.
Bagi
produk agribisnis lokal, kemampuan mengemas produk secara menarik melalui
konten digital menjadi salah satu kunci agar produk semakin dikenal dan
memiliki daya saing.
Transformasi teknologi diperkuat melalui materi "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Inovasi dan Pengembangan Agribisnis" yang disampaikan oleh Tri Wahyudi, S.T., Founder & CEO paperlesshospital.id sekaligus pakar IT dan media sosial Indonesia.

Peserta
diperkenalkan pada peluang pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam proses
kreatif dan pengembangan usaha.
Bagi
wirausaha muda, kemampuan memanfaatkan teknologi diharapkan dapat membantu
proses pengembangan ide, komunikasi, pembuatan konten dan berbagai kebutuhan
bisnis lainnya secara lebih efektif.
Materi "Membangun Jejaring dan Kolaborasi untuk Memperluas Peluang Usaha Agribisnis" disampaikan oleh Arif Fajar Hidayat, S.E., Ketua HPDKI Kabupaten Kendal.

Peserta
diperkuat pemahamannya bahwa bisnis tidak dapat berkembang secara optimal
apabila dijalankan sendiri. Jejaring dengan sesama pelaku usaha, komunitas,
pemerintah, akademisi maupun mitra bisnis dapat membuka peluang baru dalam
pengembangan produk, akses pasar, pengetahuan dan sumber daya.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan pemuda yang saling mendukung di Kabupaten Kendal.

Materi "The
Great Leadership" disampaikan oleh Yana Sukmaya, S.T., Teamwork and Leadership
Trainer bersertifikasi BNSP.
Peserta
mendapatkan penguatan bahwa seorang entrepreneur tidak hanya membutuhkan
kemampuan menciptakan ide bisnis, tetapi juga kemampuan memimpin, membangun
kerja sama, mengambil keputusan dan mengelola tim.
Kemampuan
kepemimpinan menjadi modal penting ketika usaha mulai berkembang dan
membutuhkan kolaborasi dengan lebih banyak pihak.
Sebagai penguatan karakter, peserta mendapatkan materi "Mental dan Kepribadian Wirausaha Muda" dari Ninin Kholida Mulyono, S.Psi., M.Kes., M.Psi., Manager Lembaga Pelatihan dan Psikologi Terapan (LPPT Oase A ) sekaligus praktisi Talents Mapping.

Materi
ini menekankan pentingnya kesiapan mental dan pemahaman terhadap potensi diri
dalam menjalankan usaha.
Seorang
entrepreneur harus siap menghadapi tantangan, perubahan, proses belajar dan
ketidakpastian. Karena itu, mengenali kekuatan diri dan mengoptimalkannya
menjadi bagian penting dalam membangun karakter wirausaha muda yang tangguh.
Rangkaian
materi tersebut memberikan bekal yang cukup komprehensif kepada peserta, mulai
dari legalitas usaha, inovasi bisnis, digital marketing, Artificial
Intelligence, jejaring usaha, kepemimpinan hingga mental kewirausahaan.
Bupati
Kendal menegaskan bahwa peserta tidak akan dilepas begitu saja setelah
menyelesaikan workshop. Mereka akan mendapatkan pendampingan usaha, konsultasi
bisnis, penguatan jejaring, fasilitasi legalitas usaha hingga kolaborasi dengan
berbagai mitra pembangunan.
Dengan
demikian, proses pembelajaran selama dua hari diharapkan menjadi awal
perjalanan peserta dalam membangun dan mengembangkan usaha secara nyata.
Komitmen
keberlanjutan program juga diwujudkan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten
Kendal dengan Rumah Zakat dalam pemberian bantuan sarana usaha kepada peserta
yang memiliki komitmen dan prospek usaha terbaik.
Pada
tahun ini, bantuan diberikan kepada Intan Nur Nafia, pemilik usaha Hidroponik
iFarm. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usahanya
sekaligus menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk terus berkarya dan
berinovasi.
Bupati Kendal turut memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Intan serta berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha.

Pelaksanaan
workshop juga diwarnai kabar membanggakan. Inovasi SEMANIS KAMU (Sekolah Mahir
Bisnis Kewirausahaan Pemuda) berhasil mengantarkan Kabupaten Kendal masuk 3
Besar Nasional dalam Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026.
Bupati
Kendal menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai hasil kerja keras,
inovasi, kolaborasi dan komitmen berbagai pihak dalam membangun ekosistem
kewirausahaan pemuda.
Namun demikian, Bupati mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Keberhasilan inovasi harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, lahirnya wirausaha baru, terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya kesejahteraan serta menguatnya perekonomian Kabupaten Kendal.

Menutup
rangkaian kegiatan, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten
Kendal Achmad Ircham Chalid, S.STP., M.H. menegaskan pentingnya keberlanjutan
pembinaan setelah workshop.
Peserta
diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mengembangkan usaha,
membangun jejaring, memperluas kolaborasi serta terus melakukan inovasi.
Semangat
tersebut sejalan dengan pesan Bupati Kendal agar peserta tidak hanya hadir
untuk mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar belajar, membangun jejaring,
memperbanyak kolaborasi, terus berinovasi dan tidak takut memulai usaha.
Ke depan,
Pemerintah Kabupaten Kendal berharap semakin banyak Young Agripreneur Kendal
yang mampu mengembangkan produk unggulan daerah, memperluas pasar hingga
tingkat nasional dan internasional, membuka lapangan pekerjaan serta menjadi
penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Workshop
Kewirausahaan Pemuda Batch 1 Berbasis Klaster Bidang Agrobisnis Tahun 2026
menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Kendal dalam membangun
kemandirian pemuda melalui inovasi dan digitalisasi agribisnis.
Melalui
semangat KENDAL JOSS - Kendal Jelas, Optimis, Sejahtera, Sinergis, pemuda dan
petani milenial ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan
ekonomi daerah.
Pemuda tidak lagi hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi sebagai aktor utama yang menciptakan inovasi, membangun usaha, membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan potensi ekonomi Kabupaten Kendal menuju Kendal Berdikari.

