Durian merupakan salah satu komoditas unggulan pertanian Kendal yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
FESTIVAL DURIAN 2025, PENGUATAN AGROWISATA DAN PRODUK LOKAL
KENDAL - Durian merupakan salah satu komoditas
unggulan pertanian Kendal yang memiliki peran strategis dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah
Kartika Permanasari saat menghadiri kegiatan Festival Durian Kendal 2025 yang
digelar di Halaman Stadion Utama Kebondalem, Minggu (7/12/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Dyah menekankan
pentingnya festival ini sebagai ajang untuk memperkuat kebanggaan terhadap
produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan
perajin.
"Melalui pameran ini, kita ingin menumbuhkan rasa
cinta dan bangga terhadap produk lokal, sekaligus membuka akses pasar yang
lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM. Sementara dengan Festival Durian
kita mengenalkan varietas durian unggulan khas Kendal dan semoga menjadikan
Kendal destinasi agrowisata durian di Jawa Tengah," ujar Bupati Kendal.
Ia juga menyebut bahwa durian Kendal memiliki
kualitas yang mampu bersaing dengan durian impor maupun daerah lain.
Sejumlah wilayah seperti Limbangan, Boja,
Singorojo, Patean, Sukorejo, Pageruyung, dan Plantungan disebut sebagai pusat
pertumbuhan varietas unggulan, seperti Montong, Petruk, dan Kumbokarno.
Bupati Kendal juga menegaskan komitmen Pemerintah
Kabupaten Kendal bersama Dekranasda untuk terus memperkuat pembinaan, produksi,
dan pemasaran produk lokal.
"Pemerintah daerah, bersama Dekranasda dan seluruh
pemangku kepentingan, akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk
memberdayakan masyarakat, baik dalam pembinaan, produksi, hingga pemasaran
produk-produk lokal," ungkap Bupati Dyah Kartika Permanasari.
Pihaknya berharap, festival ini dapat menjadi
motivasi bagi para pelaku UMKM dan perajin untuk terus berinovasi dan
meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Mari kita dukung, apresiasi dan beli produk-produk
UMKM lokal yang ditampilkan, serta nikmati kelezatan durian terbaik dari
kebun-kebun petani kita untuk menggerakkan geliat perekonomian," ajak Bupati
Kendal.
Pelaksanaan festival tahun ini turut mendapatkan
apresiasi dari Bupati Kendal, melihat tingginya partisipasi petani dan
pedagang. Festival menghadirkan 18-20 tenant dengan total sekitar 3.000 durian,
seluruhnya merupakan durian asli Kendal.
Kepala Bidang Pariwisata Disporapar
Kendal, Ahmad Syahrul Falah menjelaskan bahwa festival diikuti oleh
seluruh pedagang dan sejumlah petani durian dari berbagai wilayah.
"Festival durian ini kita selenggarakan selama dua
hari, dan harapannya dapat menunjukkan bahwa Kendal memiliki durian khas asli
Kendal yang berkualitas, yang tidak kalah dengan daerah lain," jelas Ahmad
Syahrul Falah.
Syahrul menambahkan, bahwa kegiatan ini juga
bertujuan menarik minat wisatawan selama musim durian yang berlangsung hingga
Februari.
"Melalui festival durian ini kami berupaya agar
wisatawan berbondong-bondong hadir ke Kendal. Ayo semuanya bisa datang ke
Kendal," ajak Syahrul.
Selain pameran, festival juga menggelar kompetisi
pemilihan tiga durian terbaik berdasarkan tekstur, rasa, dan penampilan buah,
yang diharapkan dapat memotivasi petani meningkatkan kualitas produksi.
Diskominfo Kendal/ Heri