Objek Wisata Masjid Agung Kendal
Masjid ini dibangun sekitar abad 15 pada zaman Kesultanan Demak yang dibangun oleh Raden Suweryo atau yang dikenal dengan sebutan Wali Joko. Bangunan awal dari masjid ini menyerupai dengan masjid Agung yang ada di Demak dimana tidak terdapat kubah dan atapnya berbentuk prisma yang terbuat dari sirap (susunan kayu tipis) yang bersusun tiga. Bagian Tempat wudhu berupa kolah pendem yang mendpat aliran air dari sungai Kendal yang dibuat oleh Wali Joko sendiri, terdapat kolam yang terletak di depan masjid sebelah selatan utara makam Wali Joko
Berjalanannya waktu, masjid yang berdiri megah ini telah menjalani 8 kali renovasi namun masi terdapat peninggalan asli dari bangunan masjid ini 16 tiang penyangga masjid yang panjangnya 40 cm, kusein, jendela dan daun pintu masjid, mimbar khotbah dan juga maskuroh ( tempat salat bupati saat itu) yang terdapat di sebelah kiri mimpar.
~~~
This mosque was built in the 15th century during the Demak Sultanate by Raden Suweryo, also known as Wali Joko. This mosque was built in the same style as the Great Mosque in Demak, without dome and a prism-shaped roof made of shingles (thin wood structures) in three layers. The ablution area includes a pendem pond that receives water from the Kendal river and was built by Wali Joko himself, as well as a pool in front of the mosque to the south and north of Wali Joko's tomb. As time passing by, this magnificent mosque has undergone eight renovations over the years, but there are still original relics of this mosque building, including the frame, the mosque's windows and doors, the pulpit for sermons, and the maskuroh (the regent's prayer place at the time) to the left of the pipe.